Pembohong

Tarra

Gadis desa yang aku kenal dengan baik. Rumahnya tidak terlalu jauh dari rumahku. Cukup melewati lima rumah saja dari rumahnya untuk sampai kerumahku.

Terlahir sebagai wanita. Sejak kecil ia sudah menggunakan kacamata. Tunggu, tunggu. Ada gadis dari desa menggunakan kaca mata? Apakah sudah ada kacamata di desa tempat tinggalku dulu?

Tentunya sudah. Buktinya sampai saat ini Tarra menggunakannya dengan baik. Aku pernah sesekali membongkar isi tasnya. Ternyata isinya buku semua dan bekal yang dibawakan oleh ibunya.

Sedangkan tasku isinya hanya satu buku tulis dan bekal. Kami sering bertukar makanan. Itupun kalau kami sedang bosan dengan masakan ibu kami yang itu-itu saja.

Continue reading

Advertisements
Standard