Pembohong

Dinda

Setelah melewati jalan yang terbilang panjang. Gue harus berjalan keluar bandara sendiri tanpa teman. Musiklah yang menjadi teman gue saat itu.

Lima belas menit kemudian…

Akhirnya keluar dari bandara. Selanjutnya gue harus bertanya-tanya angkot mana bisa membawa gue sampai kosan. Ternyata gak ada. Gue harus naik angkot dua kali dari depan bandara. Pertama gue naik angkot lupa lagi tujuan mana itu. Ntar gue turun di IP (Istana Plaza). Terus gue naik angkot Caheum – Ciroyom. Dengan caatatan gue harus berjalan lagi untuk bisa berjumpa angkot Ciroyom. Ini kenapa ngomongin angkot woi~ 

Mau gak mau gue harus nunggu lama angkot Ciroyom lewat. Hujan datang, untung belum terlalu deras. Hanya gerimis. Tanpa jaket. Hanya baju bola kebesaranlah gue pakai saat itu. Gue harus menunggu sampai tiga kali lampu merah baru nonggol angkotnya. Ternyata kosong. Gue bebas milih tempat duduk. Gak perlu sopir ngatur-ngatur gue harus duduk dimana.

Continue reading

Advertisements
Standard