Pembohong

Nicole

Suasana saat itu aku berada dalam sebuah ruangan. Tidak terlalu besar. Tidak terlalu sempit, tapi banyak sekali orang di dalam ruangan. Setelah membuka mata akhirnya aku sadar, ternyata aku sedang berada di sebuah ruangan kelas. Dimana di dalamnya sedang ada Ujian Akhir Semester (UAS).

Aku masih bengong selama tiga setengah menit. Ternyata ujian sudah berlangsung satu jam yang lalu. Kertas yang ada di atas meja bersambung dengan kursi masih kosong. Hanya ada sedikit tulisan tangan yang berisi nama, nim, mata kuliah dan tanggal sekarang. Sebenarnya ujian apa ini? Kenapa harus mendadak begini ujiannya. Aku bingung sebingungnya. Lihat kiri-kanan, teman asyik sekali menulis di lembar kertas ujian.

Aku tidak mengerti apakah mereka tau semua jawabannya atau hanya menunduk saja sambil memegang sebuah pulpen di tangannya. Tiba-tiba pengawas mengatakan “Waktunya tinggal lima menit lagi. Jangan lupa periksa kembali nama, NIM dan kode soal.”

Aku sama sekali tidak mendapatkan soalnya. Aneh yang aku rasakan. “Yaa, waktunya habis.” Kata pengawas ujiannya. Mati dah, ngumpulin lembar jawaban isinya hanya nama, nim dan masih banyak lagi yang harus aku sebutin.

Continue reading

Standard