SSEEMPAK

Wibidisaksono

Coba lihat apa yang tuhan berikan kepada kita. Salah satunya adalah imajinasi. Untungnya imajinasi itu tidak berbayar. Untungnya juga hanya manusia saja yang bisa melakukannya. Coba lo bayangin gimana jadinya kalo binatang bisa berimajinasi. Mungkin manusia bisa tunduk dengan binatang. Ini sih hayalan gue aja.

Ngomongin tentang imajinasi, gue pernah berimajinasi gimana jadinya kalo gue diwawancara seseorang. Bagaimanakah wawancaranya?

Seperti ini…

Continue reading

Standard
SSEEMPAK

Nabil Pribadi

Langsung aja. Memperkenalkan seorang teman baru yang selalu setia menemani gue selama ini. Biasanya dia muncul di blog ini dengan tulisan berwarna merah, tapi itu dulu. Sekarang mah, sama saja warnanya. Hobinya suka nanya-nanya kalau gue lagi nulis. Langsung saja deh gue kenalin. Namanya Nabil Pribadi.

“Pagi Nabil,” basa-basi gue buat mancing suara Nabil.

“Pagi. Hallo Semuanya.” Sapa Nabil.

Engga berapa lama kemudian gue langsung nanya “Pagi ini kita mau ngapain?”

“Ngapain ya?” Jawab Nabil bingung.

“Memperkenalkan diri dulu dong ke para pembaca.”

Nabil mulai memperkanalkan dirinya. “Oke. Nama saya Nabil Pribadi. Saya satu kosan dengan Roe. Apalagi ya.”

“Tujuan lo datang kemari ngapain?”

“Tujuan? Apa ya. Ya saya mah, cuma mau ngebantuin Roe doang buat ngasih tambahan ide.”

“Terus, sekarang lo punya ide apa nih sampe-sampe gue harus ngenalin diri lo ke para pembaca.”

“Ide ya. Saya punya…”

Gue langsung potong pembicaran Nabil “Tunggu, jangan pake saya dong ngomongnya. Terlalu formal. Memangnya kita baru kenal?”

“Baiklah. Gue punya ide untuk blog ini. Idenya sih mungkin simple. Jadi tuh, kita bedua…”

“Iya.”

“Kita bedua kayak penyiar radio. Ngobrol…”

“Cuma ngobrol doang?”

“Gue kan belum selesai bicara. Gak cuma ngrobrol doang. Jadi tuh, ngobrolnya ada tema yang akan kita bahas. Misalnya kita ngebahas tentang kuliah. Yaudah, ngobrolnya ya seputar tentang perkuliahan pastinya.”

“Berarti seputaran kehidupan sehari-hari la-ya.”

“Bisa dibilang seperti itulah. Karena kita suka nonton film bisa juga nge-review film tersebut. Tentunya film yang menurut kita layak ditonton orang lain.”

“Emang yang engga layak untuk di-review kayak gimana?”

“Sama-sama tau ajalah.”

“HA HA HA… kapan rencana kita mulainya?”

“Pastinya secepatnya. Tergantung ide dan tingkat kemalasan juga.”

“HA HA HA…”

“Wah, Roe udah mulai ketawa-ketawa engga jelas nih. Udah, udah… kita akhiri aja perbincangan ini.”

“Wah, seharusnya gue dong yang nutupnya.”

“Oke. Silakan bung Roe.”

“Oke KAWAN KEMON.”

“Kok KAWAN KEMON?”

“Ya memang pembaca kita kebanyakan kawan-kawan gue.”

“Maksudnya?”

“Kawan Kemon itu yang suka baca blog ini dalam kamar mandi sambil boker gaya jongkok.”

“Tuh, udah mulai ngaco dia. Cut, cut, cut…”

“Oke. Sampai ketemu lagi di sesi ‘Tanya Jawab? Heran’. Bersama gue, Heru Wibisono dan teman gue…”

“Nabil Pribadi.”

“Jangan heran kalo lo memang engga tau.”

“Apalagilah ini anak.”

Tag-line-nya Masno.”

“Oo.. Bolelah.”

Standard