Observasi

Jangan Tidur Sepanjang Hari

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia arti tidur seperti ini:

Tidur: 1. Dalam keadaan berhenti (mengaso) badan dan kesadarannya (biasanya denga memejamkan mata); 2. Mengistirahatkan badan dan kesadarannya; 3. Berbaring; Terbaring (tidak berdiri); 4. Keadaan tidak aktif;

Semua orang pernah tidur. Tidak semua orang ingin tidur selamanya. Karena kalimat tersebut sangat mengerikan. Kata teman gue waktu tidur itu sesuai dengan selera. Ada juga yang masih tidur kayak gue masih kecil. Jam sembilan udah tidur.

Gue senang tidur dikosan teman. Engga tau kenapa rasanya beda aja. Walaupun tempatnya engga terlalu besar, gue bisa tidur dengan berbagai gaya.

“Cukup.”

“Eh, Bil. Akhirnya muncul.”

“Kita bahas apa ini?”

“Tidur.”

“Tidur doang?”

“Iya.”

“Kenapa gue jadi ngantuk ya dengar kata tidur.”

“Yaudah, lo tidur aja.”

“Emang ada masalah apa dengan tidur?”

“Sekarang kita bahas waktu tidur yang dilarang oleh rasul.”

“Ha? Emang ada ya?”

“Ada. Gue juga baru baca. Cuma penjelasan secara rincinya engga ada.”

“Jadi?”

“Dan inilah waktunya kita untuk mengarang ceritanya.”

“Gue bantu lo dari belakang aja kalo gitu.”

“Gimana bisa bantu kalau dari belakang. Lo kira ini mobil.”

“Maksudnya gue dengarin lo cerita dari belakang.”

“Oke. Mulai.”

Larangan waktu tidur oleh Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Lima saja cukup. Soalnya cuma ada lima tertulis atau terbaca sama gue. Sisanya kalian bisa mencarinya sendiri. Apa saja lima larangan tersebut. Lanjut baca kalau gitu.

1.  Tidur setelah sholat subuh dan pagi hari

Bangun pagi saja susah. Apalagi kalau disuruh sholat subuh di masjid. Banyak orang yang engga menyukai bangun pagi. Padahal bangun pagi itu sangat baik untuk kesehatan. Jangan lupa, gue akan memberikan resep rahasia gue ke elo.

“Apaan?”

“Mudah saja. Lo hanya perlu menyediakan gelas dan air yang wajar untuk diminum. Jangan air yang berwarna.”

“Kepanjangan lo Roe.”

“Oke. Intinya adalah lo harus minum air putih satu gelas setelah lo bangun pagi sesegera mungkin.”

“Efeknya apa?”

“Kata dosen gue itu adalah obat awet muda.”

“HA HA HA..”

“Ye malah ketawa.”

“…”

Lanjut. Kalau semua orang engga ada yang bagun pagi. Siapa yang mau jualan di pasar. Mau makan apa nanti siang kalau engga ada yang buka warung nasi. Karena mereka tidak mungkin masaknya di waktu pagi.

“Ada aja sih.” Ini Nabil mulai ngoceh lagi.

“Kapan mereka pergi kepasarnya?”

“Kemarin.”

“Lo tau darimana?”

“Ngarang. Lo tau darimana mereka pagi buta udah pergi ke pasar terus masak.”

“Ngarang. Kan ini mengarang.”

“SEMPAK BASI~”

Kenapa harus menceritakan orang lain engga baik. Karena ada sebuah pepatah mengakatakan ‘Jangan sampai lo bangun kesiangan. Karena rejeki lo bakal dipatuk ayam’. Kenapa harus ayam? Karena ayam adalah salah satu alaram warga desa. Kenapa dipatuk? Karena ia makan dengan cara mematuk. Ya sangat jelaslah.

“Alasan macam apa itu anak muda?”

2.  Tidur selepas makan

Kalau untuk yang satu ini gue kurang paham. Gue juga engga pernah liat ada orang setelah makan langsung tidur. Kata emak gue kalau setelah makan langsung tidur bisa jadi ular. Karena waktu itu gue masih kecil gue sih nurut aja. waktu gue udah gede sekitar anak SMA gue mulai berfikir kenapa harus jadi ular. Dan ternyata ular makan sambil tidur. Selesai makan ia juga langsung tidur.

Tidak hanya itu saja mungkin maksudnya adalah kurang bagus buat pencernaan. Bisa jadi perut akan berhenti beraktifitas ketika tidur. Karena perut tidak bisa memilih mana yang bisa dicerna dan man yang harus dibuang.

“Kalau setelah makan gorengan gimana?”

“Wah, bagus juga tuh pertanyaannya. Sayangnya gue bukan dokter atau ustad Bil.”

“Percuma dah gue nanyanya.”

“Mungkin maksudnya makanan besar. Kalau hanya cemilan boleh, asal waktu tidurnya engga di lima larangan ini. Sebaiknya istirahat sejenak setelah makan gorengan. Ya sekitar lima menit. Baru boleh tidur.”

“Emangnya ada setelah makan gorengan langsung tidur? Gue engga pernah liat?”

“Eh, sempak. Kan lo yang nanya.”

“…”

3.  Tidur pada waktu ashar

Untuk kasus ini gue sering banget ketiduran waktu ashar. Apalagi waktu cuacanya sangat bersahabat (baca: musim hujan). Kadang tidurnya engga tanggung. Sampe bablas waktu magrib. Gue sarankan melakukan aktifitas kecil yang bermanfaat. Seperti berberes kamar. Main sama kucing. Cuci piring. Ngeliat cewek yang lewat. Cuci baju. Makan gorengan. Nonton film.

“Apaan. Cuma dikit aktiftas yang bermanfaatnya.”

“Yang penting gerak. Tujuannya itu menghindar dari serangan ngantuk.”

“Yang bermanfaat itu kayak nulis, ngerjain skripsi, baca buku, Pelajari hal-hal baru di internet.”

“Itu lo tau. Kenapa gue harus ngasih contoh lagi.”

“Biar orang lain juga tau. Mereka harus ngapain.”

“Kira-kira alasan sebenarnya apa ya? Gue jadi penasaran.”

“Menurut gue waktu ashar itu berdekatan dengan waktu magrib. Dikarenakan waktu magrib hanya sejaman.”

“Menurut gue ashar itu waktunya orang-orang pulang kerja. Ntar kalau banyak yang tidur di jalan. Macetnya makin parah dan banyak terjadi kecelakaan lalu lintas.”

“THH!”

“Oke.”

Beberapa hari yang lalu gue baru menyadari kalau tidur di waktu ashar itu kurang baik. Kenapa? Karena entar malamnya jadi susah tidur dan harus begadang yang engga ada manfaatnya. Lo bingung mau ngapain tengah malam. Kecuali lo melakukan hal yang bermanfaat.

Kalau keseringan tidur di waktu ashar lama kelamaan waktu tidur normal lo akan berubah total. Bakalan jadi anak kalong. Jangan. Jangan pernah dicoba. Ini sangat ‘tidak’ disarankan.

4.  Tidur sebelum sholat Isya

Kenapa makin lama mengarangnya makin sulit.

Gue sering banget suka kelewatan waktu sholat isya. Engga tau kenapa. Mungkin karena waktu isya sangat panjang diantara waktu sholat lainnya.

Gue pernah berfikir kalau gue tidur bentar bisalah bangun tengah malam buat sholat isya terus sekalian sholat tahajud. Eh, kenyataan sering gagal. Perbandingannya jauh men. Sholat isya itu wajib sedangkan sholat tahajud itu sunnah. Dahulukan yang wajib. Ketika hal wajib sudah terlaksana barulah mengerjakan yang sunnah.

“Tantangan waktu isya ini banyak banget Roe.”

“Bener banget Bil.”

“Kadang gue sering lupa sholat isya karena terlalu asik main sama teman. Waktu udah nyampe rumah/kosan setan langsung nyamperin ngajak gue tidur tanpa harus berfikir panjang.”

“Sama Bil. Gue sering ngalamin yang begituan.”

“Ya jelas sama. Kan lo mainnya sama gue.”

“Ih, kayak gue engga ada teman lain aja main sama lo terus.”

“Whatever-lah.”

5.  Tidur sepanjang hari

“Bil lo punya tanggapan mengenai yang satu ini?”

“Apa itu?”

“Tanggapan lo tentang orang yang tidur sepanjang hari.”

“Hah. Apah. Engga salah nulis lo? Mana ada orang yang hidupnya hanya tidur sepanjang hari.”

“Semales-malenya gue juga engga sampe tidur sepanjang hari.”

“Jadi ini maksudnnya apaan dong?” Nabil terlihat mulai bingung.

“ini juga gue lagi mikir.”

Mungkin maskud tidur sepanjang hari disini adalah pada waktu bulan puasa. Seperti kutipan berikut ini.

Soal:

Apa hukum tidur sepanjang hari di bulan Ramadhan?

Jawab:

Barang siapa yang menghabiskan waktu puasanya dengan tidur seharian maka puasanya sah jika dia berniat untuk puasa sebelum terbitnya fajar. Namun dia berdosa karena tidak mengerjakan shalat di waktu-waktunya dan berdosa karena tidak shalat jamaah jika ia memang termasuk orang yang wajib melaksanakan shalat jamaah.

Orang tersebut telah meninggalkan dua kewajiban sehingga dosanya sangat besar. Kecuali jika hal tersebut bukan merupakan kebiasaannya dan orang tersebut berniat bangun untuk menegakkan shalat (namun ia ketiduran, pent), ketiduran ini sangat jarang terjadi, maka orang tersebut tidak berdosa.

Terkait dengan hal di atas, satu hal yang patut disayangkan, yaitu banyak orang yang biasa untuk bergadang di bulan Ramadhan, ketika mendekati fajar mereka makan sahur kemudian tidur sepanjang hari atau sebagian besarnya.

Mereka meninggalkan shalat, padahal shalat lebih ditekankan dan lebih wajib daripada puasa. Bahkan puasa tidak sah bagi orang yang tidak shalat. Tentu, hal ini merupakan perkara yang sangat berbahaya sekali.

Oleh sebab itu bergadang yang menyebabkan orang tidak bisa bangun untuk menunaikan shalat adalah bergadang yang hukumnya haram. Lebih-lebih jika bergadang tersebut di isi dengan perbuatan yang sia-sia, main-main atau perbuatan yang haram tentu perkaranya lebih berbahaya lagi.

Perbuatan dosa akan lebih besar dosanya dan lebih parah bahayanya ketika dikerjakan di bulan Ramadhan, demikian juga ketika dikerjakan di waktu-waktu atau tempat-tempat yang memiliki keutamaan. [Fatwa Syaikh Shalih Al-Fauzan dari kitab Al Muntaqa Min Fatawa Asy Syaikh al Fauzan]

Sumber: http://muslim.or.id/fiqh-dan-muamalah/fatwa-ramadhan-tidur-siang-hari-di-bulan-ramadhan.html
 

Sudah pada taukan sekarang mana saja waktu tidur yang dilarang. Masih mau melangar larangannya? Silakan. Karena dampak buruknya akan ditanggung diri sendiri.

Advertisements
Standard

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s