Pembohong

Linda

Seharusnya gue menulis disini seminggu sekali. Ternyata gue gagal. Udah sebulan gue engga nulis disini. Karena mentok di kategori ‘Pembohong’. Sebenarnya bukan mentok sih. Cuma sedang tidak mendapatkan mood yang bagus untuk ng-edit cerita Linda. Dan inilah hasilnya ceritanya tanpa edit yang biasanya begitu banyak. Selamat menikmati.

Linda seorang gadis yang saat ini bekerja di kota Bandung. Saat Linda masih kecil ia sangat popular dikarenakan Linda adalah seorang penyanyi cilik hingga meranjak remaja. Suatu ketika ketenarannya mulai memudar dikarenakan suatu hal. Linda memutuskan untuk tidak lagi berhubungan dengan dunia hiburan dan tidak akan menjadi penyanyi lagi.

Nabil adalah seorang pria yang sangat menikmati perannya sebagai mahasiswa yang masa aktifnya lebih lama dibandingkan dengan angakatannya. Untuk itu dia memutuskan mencari lowongan kerjaan paruh waktu sebagai pengantar pesanan makanan cepat saji.

Nabil dan Linda bertemu ketika Nabil tidak sengaja mengantar pesanan ke kosan Ara. Ara adalah nama seorang gadis pelangan pemesaran makanan cepat saji di toko Nabil bekerja. Ketika hal yang tidak diinginkan oleh Nabil terjadi. Nabil secara tidak sengaja mendengar percakapan Ara dan Linda dari kamar Linda.

Kemudian Nabil melewati kamar Linda untuk menuju kamar Ara. Suara ketukan pintu yang khas terdengar oleh Ara dari dalam kamar Linda. Arapun keluar.

“Udah lama nungguin ya mas?” Ara mencoba basa-basi.
“Belum mbak. Kan pintunya juga baru saya ketok.” Nabil mencoba mengeluarkan sedikit lelucon dan itu tidaklah berhasil untuk seorang Ara.

Nabil menyerahkan bungkusan yang sudah dipesan oleh Ara serta bon harga pemesannya. Ara masuk kekamarnya untuk mengambil uang. Ketika Ara masuk, pandangan Nabil langsung tergantikan dengan arah kamar Linda. Pada saat itu kamar linda sedang terbuka pintunya. Pintu kamarnya terbuka setengah berserta jendela kamar.

Ternyata Nabil tidak hanya pandangan mata saja membuat menjadi penasaran. Kini langakahnya juga menuntunnya untuk menuju kamar Linda dengan terdengan alunan music yang tidak asing lagi di telingga Nabil. Tujuh langkah lagi tepat di depan kamar Linda. Ara datang membuka pintu kamarnya.

“Mas…” Tanya Ara.
“Oh.” Nabil menoleh kebelakang dengan wajah gugup.
“Mau ngapain lo kemar teman gue?” Tiba-tiba perkataan Ara mulai tidak formal.
“Hah. Oh. Itu. Gue tadi dengar suara musik di kamar teman lo.” Nabil terbawa suasana dengan ikutan bicara tidak formal dengan Ara. Nabil lupa kalau saat ini perannya sedang menjadi pemesan makanan cepat saji. Entah kenapa Ara meladenin perkataan Nabil.

“Lo dengar musik anak-anak yang ingin beranjak remaja dikamar itu?” Ara menunjuk kamar Linda sambil memindahkan plastik dari tangan kanannya ke tangan kiri.

“Iya.” Jawab Nabil singkat dan sedikit takut.
“Udah biasa mas. Soalnya dulu dia penyanyi, tapi cuma sebentar.” Ara memelankan suaranya.
“Makasih ya mas.”
“Uangnya udah pas mbak?” Nabil mencoba menghitung pelan uangnya.
“Udah pas. Engga perlu diitung lagi. Kaya gue pelangan baru aja pake curiga.”
“Ya kali aja mbak.” Nabil masih menghitung uangnya dengan membalikkan badannya kearah kamar Linda. Ternyata Nabil modus.

Ara masuk kedalam kamar dan menutup pintu kamarnya. Mendengar pintu kamar Ara tertutup Nabil sedikit santai untuk mendatangin kamar Linda. Kamar Linda masih memainkan almbum lawas yang ia punya. Sementara Nabil penasaran. Seperti apa wajah penikmat musik lawas ini. Nabil memberanikan diri mengetuk pintu kamar Linda yang setengah terbuka. Lindapun bangun dari tempat pewe-nya.

“Maaf mas. Saya engga ada pesan makanan.” Ini kata Linda dengan wajah sedikit bingung.
“Oh, iya bener banget. Mbak engga ada pesan makanannya.”

Percakapan berhenti. Nabil masih terpersona melihat Linda sudah tumbuh sangat dewasa. Dengan nada lembut Linda mengatakan “Mas. Saya tutup pintunya ya.”

“Oh. Silakan mbak.” Nabil masih memajang wajah heran di depan Linda ketika pintu kamar akan ditutup. Ketika Nabil berjalan menjauhi kamar Linda. Nabil tersadar. Kemudian ia memutar badannya untuk kebali ke kamarnya Linda. Nada dering jadul di smartphone terdengar. Akhirnya Nabil memutuskan untuk menundanya untuk bertanya ke Linda.

Esok harinya. [BERSAMBUNG …]

Advertisements
Standard

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s